Pernah dengar (atau alami) ini:

  • Join club fitness dan jarang datang buat nge-gym.
  • Ikut workshop dan ga pernah melakukan apa yg sudah dipelajari.
  • Beli buku dan ga pernah membacanya.

“Sepertinya ini bagus, saya beli!”

Lalu ga pernah menggunakannya, ga sempat mempelajarinya.

Itu akan terjadi pada marketer yg mengabaikan eksistensi gorila ke 3.

Lanjutkan membaca…

Saya akan kenalin pada Anda satu gorila yg ga banyak dibicarakan dalam marketing.

Dia ada dalam tiga gorila seberat hampir masing-masing 1/2 ton (dan dia seharusnya ga diabaikan).

Mengapa Anda datang ke sebuah restaurant?

Karena kata Jamilah tempatnya asyik untuk berduaan dan makanannya the best. Ini dia gorila pertama, Attraction.

Lalu Anda datang ke sana dengan pasangan Anda dan melakukan order.

Saat hidangan disajikan di meja, Anda mulai pandang-pandangan dengan makanan yg disajikan.

Anda pandang dia, makanan itu mandangin Anda balik.

Anda saling pandang berkali-kali. Ini dia proses yg dilakukan gorila selanjutnya: Conversion.

Beberapa kali Anda terkagum dengan cara penyajiannya, “Mmmmmh kayaknya enak nih”

Dan Anda mulai mencicipnya, “Wah bener mak…ini uenak!”

Sendok ke dua, ke tiga dan saya ga harus menghitung detailnya untuk Anda bukan?! Pokoke makanan itu ludes Anda selesaikan dengan cantik.

Itu disebut Consumption (dia gorila yg ga banyak dibicarakan).

Dia akan membuat…

  • Join club fitness dan rajin datang nge-gym.
  • Ikut workshop dan melakukan apa yg sudah dipelajari.
  • Beli buku dan menyelesaikan membacanya.

So…

1. Attraction
2. Conversion
3. Consumption

Udah banyak yg ngomongin dua gorila teratas (Attraction, Conversion) dan melupkan eksistensi gorila ke 3: Consumption.

Consumption adalah tentang timing!

Setelah 5 menit pandang-pandangan, akhirnya Anda memutuskan melahapnya.

Hal yg sama setelah Anda ngobrol 45 menit dengan doi, akhirnya bisa juga menawarkan kencan malam minggu besok.

Hal yg sama setelah Anda pacaran, 3 tahun kemudian senyum si dia mengembang…”Aku dilamaaaaaaarrrrrr mak!!!!”

It’s all about timing.

Dan waktu adalah segalanya.

Tapi 99% pelaku marketing melupakan ini (consumption).

Consumption…

Ini bukan lagi tentang apa yg akan Anda katakan tapi bagaimana dan kapan Anda mengatakannya.

Karena timing adalah segalanya.

Karena timing yg tepat memberikan Anda hasil nyata.

Saya melakukannya dengan AWSC.

Dia adalah transportasi antara pengetahuan dan transaksi.

Dia bukanlah yg terbaik dari tiga gorila karena setiap dari mereka memegang permainan yg berbeda.

Tapi mengabaikan eksistensi gorila consumption ibarat Anda ga mengakui bahwa kustomer Anda punya otak.

Ya sepenting itu.
>>> Detail disini

 

-SK

>