Setiap kali saya menemukan satu kalimat yg menginjeksi dopamin ke otak saya…

Kalimat itu akan mendapatkan perhatian saya.

Seperti satu kalimat yg saya gunakan dalam subject email ini…

…Saya mendapatkan kalimat itu dari artikel mas Justin Goff.

Dan kalimat itu pernah menimpa saya…

Hingga di usia 4 tahun…anak sulung saya belum mampu bicara.

Mengapa?

Berdasarkan observasi intensif selama dua minggu yg kami lakukan bersama team ayah Edy, putra kami dominan otak kanan (seorang dokter specialis hanya butuh waktu 30 detik untuk mem-vonis putra saya autis…itu cerita lain yg belakangan kami sadari adalah sebuah kekeliruan besar, syukurnya kami bukan tipe orang tua yg tidak mudah percaya dengan vonis instan seperti itu – apalagi penanganan yg instan).

Apa yg kemudian dibutuhkan anak saya adalah penanganan yg intensif dan marathon!

Itu melibatkan biaya yg besar…

Dan saat itu saya tidak mampu mengcover-nya.

Saya merasa sangat bersalah.

Stress berat.

Dan keadaan menjadi semakin sulit ketika mendapati bahwa saya tidak bisa lagi menjadi orang tua yg menghabiskan 8 jam sehari untuk bekerja…

Putra saya juga membutuhkan seluruh waktu yg saya miliki.

Saya merasa putus asa…

Tidak mampu menjawab tantangan seperti itu mendatangkan konsekuensi kegelisahan akut.

“Apakah saya selemah ini?!”

Tidak!

Saya tipe orang yg tidak mudah menyerah!

Saya memutuskan berani “tancap gas” untuk menjawab tantangan yg diberikan pada saya melalui putra saya.

Sekarang…

Putra saya sudah ditangani oleh team terbaik di Indonesia untuk tumbuh kembang anak.

Dan anda bisa hubungkan tantangan seperti di atas dengan bisnis…

Mempunyai keberanian untuk “tancap gas” dalam bisnis adalah penting!

Bukankah kendaraan anda harus bergerak ke depan menuju tujuan akhir yg anda inginkan?!

Itu saja sore ini…

Jika anda tipe entrepreneur, content creator yg berani tancap gas…

>> Email Starter Kit untuk anda (diskon habis hari ini dan saya sudah mengingatkan).

Anda itu hebat!

-SK
Creator Email Cafe

P.S. Banyak pelaku email marketing berasumsi sudah tau apa yg dibutuhkan untuk mulai.
Lalu mendapati dirinya tidak pernah mulai.
Atau sudah mulai tapi belum mencapai yg namanya produktif menghasilkan.
Bukankah itu juga disebut dengan seorang entrepeneur yg tidak “tancap gas”?!

>