Anda Hanya Satu Email Marketing Untuk Menambahkan Saldo ke Rekening Anda

Pertanyaannya…

Bisakah ini terjadi TANPA sy punya database email?

Dan ini adalah true story…

Hadiah di atas saya dapatkan ketika saya awal-awal belajar email marketing.

Saya buat landingpage, itupun pake blogspot dan mengirimkan email sesering saya bisa, niat saya cuman satu, saya ingin belajar.
(sayang sy lupa screenshot contoh landingpage sy pake blogspot itu).

Ga mudah tapi saya berproses dan sekitar sebulan saya punya 50 orang yang join ke database email saya.

Apa yang selanjutnya saya lakukan?

Saya ga bisa buat produk, saya ga tau bagaimana membuat bonus jika saya memilih mempromosikan program affiliate.

AHA!

Ga sengaja saya menemukan sebuah program GIVE AWAY pada sebuah website fitness dan mereka tengah mengadakan kontes.

Inilah saatnya saya melakukan testing pada list saya (yang dominan freebie seeker tersebut).

Saya menulis email…

Isinya kurang lebih seperti ini:

——————
SUBJEK: Saya menemukan ini (untuk Anda)

Hai {nama}, saya baru saja browsing di internet dan menemukan sebuah program give away dimana Anda bisa mendapatkan sebuah software merubah powerpoint jadi video.

Program ini gratis dan saya akan beritahu cara mendapatkannya jika Anda mau membantu saya.

Ikuti dua langkah ini:
1. Join di link ini: (link affiliate give away)
2. Kirimkan saya email bahwa Anda sudah join, dan dalam 1×24 jam sy akan mengirimkan Anda cara mendapatkan software video editing itu.

Cool?

Silakan join disini (link) dan lakukan langkah ke 2 di atas.
——————

Ya sy tau ga ada yg keren dari email di atas but it’s WORKS!

Sy sempat penasaran, kok bisa sy menang kontes yg diadakan bule itu? Padahal sy liat ada nama-nama cukup terkenal yg juga ikut kontes?

Ternyata…
Kontes itu berjalan selama 2 hari dimana yg join via link affiliate sy pada program giveaway itu ada sekitar 22 orang (kontes pertama sekitar 35 orang) plus kontes seperti itu ga banyak orang yg tau lol.

Pelajaran yg ingin sy sampaikan adalah…

KESEMPATAN!

Bangun list email Anda segera!

Apa yg terjadi jika sy ga punya list email dan ada peluang kontes seperti di atas? Maka $75 itu ga akan pernah datang ke akun Paypal sy.

So apa lagi yg Anda tunggu?

Apakah Email Marketing Sudah Mati?

Frank Kern disebuah kesempatan mengatakan bahwa email marketing is dying and will soon be dead.

Harus diakui Frank Kern bilang kayak gitu pasti ada alasan yg kuat, kenyataan belakangan memang menciptakan penjualan lewat email lebih sulit dari sebelumnya.

Sekarang ini…market lebih skeptis, tapi apakah itu membuktikan email marketing sudah mati?

Lalu mengapa BAHKAN sampai saat artikel ini saya tulis (25 Nov 2017) Frank Kern masih menulis email?

YA! Email marketing is dead jika Anda melakukan seperti kebanyakan orang melakukannya tapi KONSISTENSI tidak akan pernah menghianati Anda!

Itu mentalitas yang harus dibangun di awal (dan dilakukan)!

Daily email yang saya lakukan

Hasilnya…

Penjualan via email untuk produk digital saya seharga 500K

Penjualan via email untuk produk digital saya seharga 2,750K

Bagaimana penjualan (masih) bisa terjadi dan berkelanjutan via email bahkan hanya dengan 2000-an list email yang saat ini saya punya?

RELATIONSHIP!
Anda tidak bisa buru-buru menjual lewat email. Setidaknya ada tahap awal yang disebut “Education Based Marketing (EBD)” yang harus Anda lakukan sebelum prospek Anda siap membeli dari Anda.

The Golden Secret pada fase EBD ini adalah Anda harus bisa menjawab setidaknya satu pertanyaan ini dalam email Anda:

Apa keyakinan yang perlu prospek/list saya miliki untuk membeli produk saya?

Selanjutnya?

RELEVANSI!
Anda hanya akan menawarkan produk/jasa Anda HANYA pada prospek yang tertarik pada solusi yang Anda tawarkan! Disinilah datang teknologi SEGMENTASI dalam email autoresponder, artinya email Anda hanya terkirim berdasarkan prilaku khusus dari list Anda (kita bicarakan ini dilain kesempatan).

Dan akhirnya KEKUATAN konten dalam email Anda yang bicara untuk menciptakan penjualan.

KEKUATAN konten yang saya maksud adalah daripada mengatakan produk Anda bagus, menunjukkan pada mereka akan jauh lebih efektif!

Show don’t tell

Untuk itu Anda perlu menguasai STORY SELLING dalam email!

Contoh?

——————————————————————
2009: Cara saya membuat seorang real guru menghubungi saya…
.
.
.
Delapan tahun yg lalu sy membaca sebuah artikel yg membantu sy
melihat pilihan hidup.

Saat itu sy kehilangan pekerjaan sy dan ga punya solusi apa yg harus
sy lakukan dg masa depan sy.

Setelah membaca artikel ttg bisnis online itu…

Sy punya keinginan belajar pd si penulis.

Sy mencoba mencari tahu dg Googling dan menemukan si penulis sgt
sukses dg bisnis online-nya.

Banyak orang yg siap membayar mahal utk bisa belajar ilmunya.

Dan itu membuat sy akan kesulitan menjangkau dia.

Apalagi belajar langsung.

Karena?

Sy tau utk belajar langsung dg si penulis…bayarannya bo…jutaan.

Sy ga mampu menjangkau itu!

Apa yg harus sy lakukan?

Sebelum sy lanjut…

Si penulis artikel itu tinggal di Bali tepatnya di kota Denpasar.

Terlintas kemudian…

Sy akan membuat si penulis yg menghubungi sy dan membuatnya minta
ketemu dg sy.

Caranya?

Email besok akan mengungkap lebih detail dan Anda akan mengungkap
bagaimana ANDAPUN akan bisa melakukannya juga.

-SK
——————————————————————

Email di atas membangun kredibilitas saya dimata pembaca tentang komitmen dan pencapaiaan saya dan hasilnya penjualan via email pun terjadi (berkali-kali).

Sampai bertemu di perjalanan email marketing saya selanjutnya.

 

 

Sudahkah Anda Melihat “Sequential Selling” Dalam Kehidupan Sehari-Hari?

(Restaurant, Dojo Karate, Taekwondo bahkan Apple dan Amazon juga menerapkan strategi yang sudah teruji ribuan tahun ini).

Seberapa sulit Anda menawarkan segelas air minum pada orang yang sedang haus?

Sesulit ketika Anda tidak punya air minum untuk ditawarkan (ketawa sambil goyang dumang).

Hahaha bercanda…itu pekerjaan yang mudah ya. Pesan marketingnya adalah…banyak orang ga peduli pada siapa dia menjual, orang sering menawarkan makanan pada seseorang yang lagi haus, akibatnya ya dagangan yang ditawarkan ga laku. Saya percaya jika kita peduli pada seseorang, beritahu mereka masalah yang mungkin tidak mereka lihat lalu arahkan: “Ini lho jalan menuju solusi dari masalah kamu.” Beritahu orang lagi ada dimana lalu tunjukan jalan keluarnya ke arah mana.

Mengutip dari buku “The System Club Letters” nya bapak internet marketing Ken McCarthy: “He Who Cares Most About People Wins” (Siapa yang paling peduli akan unggul/menang).

Kita hidup di jaman yang simple (saya ga mengerti mengapa banyak orang menjadikannya ribet). Seseorang yang peduli pada orang lain, memberi VALUE (nilai) adalah alasan yang benar memulai menjual produk/jasa, bukankah produk/jasa itu dibuat untuk memecahkan masalah seseorang (perusahaan).

Setelah kita CARE dengan orang dibalik market kita, saatnya saya bicara “Sequential selling”. Dan perlu juga saya sampaikan bahwa saya bukan pencipta metode ini.

Sebuah ilustrasi “Sequential selling”…
Saat Anda membeli iPhone, Anda akan suka kemudahan yang ada pada gadget itu – kesederhanaan cara penggunaannya.

Untuk mulai menggunakannya, cukup hanya dengan satu tombol!

Lalu setelah itu Anda dikenalkan dengan 8 tombol dan akhirnya qwerty.

Kemudian Anda akan butuh iTune, yaitu tool yang memudahkan Anda mengelola file, download lagu, ebook, aplikasi, games dan lain-lain. Setelah Anda mendapatkan pengalaman yang menyenangkan menggunakan iPhone, Anda menjadi semakin ketagihan untuk mulai menggunakan gadget Apple ini ke level yang lebih kompleks lagi.

Dan Anda pun ketagihan membeli iPod Touch, iPad, McPro Book dan produk Apple lainnya.

Tanpa sadar, Anda sudah dibuat memasuki 3 langkah “Sequential Selling”.

Dan Anda merasa nyaman kemudian KETAGIHAN – terciptalah repeat order.

Contoh lain…
Apa yang terjadi ketika Anda baru belajar karate?

Anda mendapatkan tingkatan dasar yaitu ban putih.

Lalu sejalan dengan latihan-latihan yang Anda lakukan, Anda akan berjuang untuk menempuh ujian mendapatkan ban kuning, hijau hingga ban hitam.

Apakah dojo perlu membuat penawaran setiap tingkatan Anda di karate dengan memasang iklan promosi dan marketing yang heboh?

Dojo bahkan ga perlu melakukan itu karena Anda sendiri yang akan melakukannya, Anda malah akan mengejar kenaikan tingkat (karena memang ban hitam itu juga keren). Keinginan untuk mengkonsumsi teknik-teknik karate tingkat lanjut datang dari dalam diri Anda tanpa perlu di”gosok-gosok” lagi.

Itulah contoh sequential selling!

Tiga prinsip yang sangat sederhana dalam marketing dan sudah teruji ribuan tahun…”Sequential selling”.

1. Attraction
2. Conversion
3. Consumption

Contoh nyata adalah Anda pergi ke sebuah restaurant.

Apa yang terjadi?

Anda datang, melakukan pemesanan lalu menyantap makanannya.

Perhatikan…

Anda tertarik untuk datang ke sebuah restaurant (1. Attraction); kemudian Anda memasuki tahap ke (2. Conversion) yaitu Anda mulai memesan/membeli makanan; dan Anda kemudian akan berakhir dengan menyantap makanan (3. Consumption).

Bagaimana penerapannya dalam digital marketing?

Email marketing!

Email marketing adalah cara yang paling saya suka untuk menerapkan tiga langkah “Sequential selling” di atas.

Anda menarik (1: Attraction) prospek/pengunjung dengan landing page yang membangun rasa ingin tau untuk kemudian bergabung dalam mailing list Anda.

Orang subscribe karena penasaran dengan Anda, melihat VALUE yang Anda miliki, atraktif.

Saat mereka masukan nama, alamat email terjadilah proses ke 2: Conversion

Dan selanjutnya mainkan dengan autoresponder atau email berseri yang berisi tips, story, interview, studi kasus, tutorial via email, buat mereka ketagihan mengkonsumsi konten Anda (3: Consumption).

Oke itu dia “Sequential selling”

#catatanbisnis
#EmaiLove

-SK

Bacalah Rahasia Master Jiu Jitsu Ini Mengapa Dia Melakukannya (Ya Sayapun Sepercaya Diri Itu)

“Sukses dlm bisnis bukanlah tentang apa yg bekerja dg baik tahun lalu atau bahkan apa yg bekerja dg baik sekarang ini, tapi apa yg akan bekerja dg baik tahun depan”
~Mark Morgan Ford

Morgan menambahkan, “Seorang master Jiu Jitsu terbaik akan dg senang hati mengajarkan Anda gerakan terbaik dan menunjukkan Anda bagaimana cara tepat melakukannya. Mereka melakukan itu karena mereka percaya diri bahwa seminggu kemudian setelah Anda menguasai teknik yg diajarkan, sang master sudah satu langkah di depan dg gerakan yg lebih efektif”.

Itulah mengapa dg senang hati sy membagikan (tanpa bayar) strategi email marketing sy yg paling efektif.

Sy menyiapkan diri utk bertumbuh.

Berkompetisi dg Anda.

Tapi itupun jika bisnis Anda membutuhkan email autoresponder.

Jawabannya sudah sy siapkan utk Anda – dan hanya akan Anda yg tau pd link di bawah ini.

Naikan level email marketing Anda, masbro…kita siap menyambut tantangan:
>>> http://www.autoresponderfreedom.com/quiz

 

-SK “Open up your big black book”

Instant High Converting Email

PERHATIAN: Quiz berikut hanya bisa Anda pahami setelah mengikuti ecourse gratis di AutoresponderFreedom. Jika Anda belum join, pastikan Anda join untuk mendapatkan pemahaman maksimal dari teknik menulis email yg saya ungkap dalam kursus tersebut.

Quiz:
1. Tulis 8 orang terkenal yg pake produk Anda (contoh produk: batik)
2. Tulis 7 hasil/status/sensasi yg ingin didapatkan prospek setelah menggunakan batik
3. Tulis 7 hal negatif yg membuat prospek ga ingin pake batik
4. Market Anda apakah Wanita/Pria? Menikah/Single? Profesional/Karyawan? Tua/Muda?
5. Tulis siapa yg bukan prospek Anda?

Contoh:

  1. Jokowi, Sultan Hamengku Buwono, Keluarga SBY, Angelina Jolie, Miss Universe, Sule? Dll
  2. Berkelas, mewah, status, ekslusif, anggun, cantik, mencintai Indonesia, elegan
  3. Mahal, terlalu formal, perawatan sulit, motif itu-itu aja, warna ga variatif
  4. Wanita usia 30th ke atas, pria usia 30th ke atas, single, sudah menikah, profesional, karyawan, PNS.
  5. Anak-anak di bawah 5th, pria/wanita penghasilan di bawah 1jt/bulan, ga cinta Indonesia, Bule minded

Bagaimana kemudian menerapkannya dalam menulis email story-selling Anda? Join kelas AutoresponderFreedom gratis disini, sekarang.

 

Sementara Banyak Orang Kesulitan Menjual pada Orang Lain

Mari sy beritahu sebuah rahasia kecil…

“Orang membutuhkan apa yg sy jual. Sy tau itu dan dalam sejumlah kasus mereka (prospek) pun tau itu. Sy percaya pd perusahaan sy, produk sy, dan sy tau fakta bahwa harga produk sy pun kompetitif. Tapi masih aja sy ga bisa membuat orang lain membeli produk sy.”

Pernah terjadi pd Anda?

Atau sering?

Apalagi…

SEKARANG adalah masa dimana paling mudah menjangkau prospek Anda SEKALIGUS saat paling sulit membuat mereka membeli – ga ada jaman sesulit sekarang membuat seseorang membeli produk/bisnis Anda.

Itu peluang SEKALIGUS masalah besar.

Marshall Applewhite berhasil meyakinkan 38 orang utk mengakhiri hidupnya. Dan 38 orang itu ga sabar melakukannya.

Sementara banyak orang kesulitan menjual pd orang lain.

Ada orang tua yg begitu berusaha agar anaknya menjadi anak yg pintar, berguna dan bla bla bla.

Tp sebuah kelompok geng anak nakal berhasil mempengaruhi anak ini dan menjadikan anak ini kemudian bagian dari masalah sosial yg akut.

Sementara banyak orang kesulitan menjual pd orang lain.

Bagaimana bisa seseorang bisa begitu meyakinkan orang-orang utk bahkan melawan keyakinannya, menentang orang tuanya bahkan menghabisi dirinya sendiri sementara yg lain susahnya minta ampun mempengaruhi orang lain utk membeli?

Dlm sebuah pencarian utk menemukan jawabannya ada satu cara!

Anda harus belajar MENGERTI ttg prospek Anda.

Dan disitulah email marketing datang (email setiap hari lho ya).

Anda ADA setiap hari utk prospek Anda.

Itu yg memberikan Anda sebuah kesempatan.

Anda akan punya kesempatan mengetahui apa yg disukai, ingin didengar, dibutuhkan oleh subscriber Anda.

Anda akan terlatih dg baik utk belajar ttg subscriber Anda.

Dan akhirnya…

Anda adalah orang yg paling mengerti ttg prospek Anda.

Apalagi jika mentalitas Anda didasari oleh:

KEJUJURAN!

Kebanyakan orang menjual dg cara terlalu muluk-muluk hingga membuat mereka berbohong, melebih-lebihkan produk mereka yg JUSTRU akhirnya malah membuat prospek muak.

Kejujuran…

Vital dlm email marketing atau Anda berisiko membuat pembaca Anda melawan Anda (seperti sikap seorang anak pd orang tuanya).

Dan jika Anda memilih jalan marketing ninja seperti yg sy lakoni – kejujuran.

Buku #EmailHero utk Anda.

Buku digital #EmailHero menunggu utk Anda beraksi, download dan aplikasikan.

Kustomer Anda menunggu seseorang datang memberitahu mereka jujur apa adanya ttg sebuah produk/bisnis yg tepat utk mereka.

Saatnya ANDA datang membantu mereka.

Anda hanya satu langkah utk memulai, klik link di bawah ini lalu follow up:

https://www.setiakencana.com/emailhero-v2

 

-SK “you are so beautiful”

>