Apa yang Saya Pelajari Tentang “The BIG Idea” Saat Menulis Sebuah Email Marketing?

Trimakasih sudah melangkah sejauh ini, Anda mendarat di halaman ini karena email saya tentang “Pre-selling” atau jika membaca ini karena ga sengaja menemukannya di internet…Anda kemungkinan akan kehilangan sepotong pemahaman tentang artikel ini, pastikan Anda menjadi subscriber saya untuk mendapatkan informasi menyeluruh tentang sebuah topik menulis email.

Seperti pembicaraan kita sehari sebelumnya tentang “The BIG Idea” atau kita singkat TBI, saya sangat menghargai rasa ingin tahu Anda dan selamat karena pemahaman marketing Anda yang sudah meningkat ketika mengetahui eksistensi TBI, selamat untuk Anda.

TBI itu memang ga mudah, diperlukan proses belajar…belajar…dan belajar tapi jika Anda mau meluangkan waktu dan komitmen melatih diri Anda sehingga punya pemahaman yang semakin baik tentang TBI, saya bisa menjanjikan pada Anda, itu akan merubah bisnis Anda.

Itu akan merubah cara Anda melakukan marketing seperti fb ads.

Itu akan merubah cara pandang prospek terhadap ANDA.

So apa selanjutnya?

The BIG Idea adalah satu pelajaran paling berharga dalam dunia direct response marketing yang bisa Anda aplikasikan dalam digital marketing, khsusnya: email marketing.

Email marketing adalah bisnis ide.

Saat Anda melakukan email marketing, Anda dalam proses membangun ide MENAWAN yang menarik perhatian pembaca Anda.

Anda menjual ide Anda lewat email sehingga menginspirasi pembaca Anda untuk melakukan action, yaitu: membeli produk/jasa Anda.

Email marketing adalah media PESAN dalam marketing.

Jika pesan yang Anda kirim lemah (tidak inspiratif, terasa seperti kebanyakan orang melakukannya), maka Anda akan mendapatkan masalah dengan penjualan Anda, yaitu ga ada penjualan.

Email yang Anda tulis harus memiliki FOKUS.

Fokus pada:
1. One Emotion
2. One Promise
3. One Story
4. One Thing to Think

  • One Emotion
    Email Anda harus mampu mengungkap apa yang dirasakan prospek saat ini, apa rasa takutnya, harapannya.
  • One Promise
    Menjanjikan satu perubahan/transformasi.
  • One Story
    Email Anda memiliki satu cerita/satu tema tidak lebih.
  • One Thing to Think
    Anda harus mampu berkomunikasi via email sesuai dengan level intelektual market Anda BUKAN level intelektual Anda dan biarkan pembaca Anda hanya melihat satu ide untuk mereka pikirkan yang akan merubah hidup mereka.

Apa Anda perlu contoh?

Saya melakukannya dengan EMAIL, silakan subscribe.

Remarkable

Kita hidup di abad penyebaran ide dan orang yg paling bisa menyebarkan idenya akan memenangkan persaingan.

Tonton video ini di ruangan yang terkunci sehingga ga ada seorangpun yang mengganggu Anda untuk 17 menit, ya video ini sepenting itu!

Pertanyaan selanjutnya setelah Anda menonton video ini:
“Bisakah Anda menyebarkan ide Anda?”

Mengapa tidak?!

Anda cuman butuh dua hal untuk sukses menyebarkan ide Anda dan menghasilkan penjualan:

  1. Story
  2. Sebarkan lewat EMAIL

Dan sebuah bisnis jadi milik Anda!

Jika Anda merasa membutuhkan panduan untuk melakukan DUA LANGKAH di atas dengan benar, link di bawah ini bisa membantu:

>>> https://setiakencana.com/lp/3plotstory

Jika Istri Ngomel Karena 215rb…

“Satu-satunya perjalanan yang berarti itu bukanlah perjalanan mengunjungi ratusan tempat yang berbeda dengan sepasang mata yang sama, tapi melihat satu tempat dengan ratusan pasang mata yang berbeda.”
~Marcel Proust

SWEEEET!

Dan quote di atas mengantarkan sy menulis email ini.

Email ini akan memberikan Anda THE BIG IDEA, bertrimakasihnya belakangan aja.

Istri: “Hari ini berapa pengeluaran kamu?”
Suami: “215rb yang”

Istri: “Kok banyak amat, buat belanja apa aja tuh?”
Suami: “Ngopi sama temen di Starbucks abis 150ribuan”

Istri: “Bisa ga besok-besok ngopinya di rumah aja?”

Istri Joe belakangan lg getol berusaha membuang pengeluaran rumah tangga yg ga perlu (ngopi di Starbucks).

Itu ga menyenangkan tentu aja tapi apa bisa dibilang istri Joe salah karena semua pengeluaran yg ga perlu itu bisa disimpan biar lama-lama jadi bukit terus duitnya buat liburan keluarga akhir tahun nanti – fiuuuuh kita sudah memasuki akhir bulan di tahun ini ya…

Angka pengeluaran Joe yg 215rb itu adalah termasuk biaya nikmatnya ngopi2x bareng temen, angka yg sama dilihat sebagai sesuatu yg boros bagi istri Joe.

Sementara dimata Anda?

Angka 215rb adalah angka yg bilang gini pd Anda:
“Bisa ga terima tantangan menghasilkan 215rb hari ini (atau berapapun pengeluaran Anda hari ini)?”

Bisa lihat poin dari cerita sy?

Pengeluaran berarti tantangan utk menghasilkan di angka yg sama bahkan klo bisa lebih!

Tapi gimana caranya?

Saya sudah buat optinpage untuk ANDA (yg tanpa tanding kerennya lol), disini:
https://setiakencana.com/lp/afa

Jika Anda lebih suka melihat pengeluaran sbg CARA BARU menantang diri Anda MENGHASILKAN, kesempatan ini untuk Anda! Silakan masukan email Anda di halaman itu.

[PENTING] Akan ada penawaran dalam series di atas, harganya 99rb (bukan 499rb untuk saat ini), jadi sy ingin memastikan Anda tahu ini di depan.

Jangan optin jika Anda belum siap investasi karena sy mengerti program yg akan sy ungkap di email tersebut bukan untuk semua orang, selain investasi di atas, Anda perlu MELAKUKAN apa yg saya ajarkan sehingga hasilnya akan layak datang menuju Anda.

Layak untuk dilakukan 2017 ini untuk menjadikan 2018, ROCK!

Siapa lagi yg layak melakukannya juga?
Jawab SAYA dan optin disini:
>>> https://setiakencana.com/lp/afa

Your best buddy,

-Setia Kencana
Automation?
Here Im to make you work for me, period!

Anda Hanya Satu Email Marketing Untuk Menambahkan Saldo ke Rekening Anda

Pertanyaannya…

Bisakah ini terjadi TANPA sy punya database email?

Dan ini adalah true story…

Hadiah di atas saya dapatkan ketika saya awal-awal belajar email marketing.

Saya buat landingpage, itupun pake blogspot dan mengirimkan email sesering saya bisa, niat saya cuman satu, saya ingin belajar.
(sayang sy lupa screenshot contoh landingpage sy pake blogspot itu).

Ga mudah tapi saya berproses dan sekitar sebulan saya punya 50 orang yang join ke database email saya.

Apa yang selanjutnya saya lakukan?

Saya ga bisa buat produk, saya ga tau bagaimana membuat bonus jika saya memilih mempromosikan program affiliate.

AHA!

Ga sengaja saya menemukan sebuah program GIVE AWAY pada sebuah website fitness dan mereka tengah mengadakan kontes.

Inilah saatnya saya melakukan testing pada list saya (yang dominan freebie seeker tersebut).

Saya menulis email…

Isinya kurang lebih seperti ini:

——————
SUBJEK: Saya menemukan ini (untuk Anda)

Hai {nama}, saya baru saja browsing di internet dan menemukan sebuah program give away dimana Anda bisa mendapatkan sebuah software merubah powerpoint jadi video.

Program ini gratis dan saya akan beritahu cara mendapatkannya jika Anda mau membantu saya.

Ikuti dua langkah ini:
1. Join di link ini: (link affiliate give away)
2. Kirimkan saya email bahwa Anda sudah join, dan dalam 1×24 jam sy akan mengirimkan Anda cara mendapatkan software video editing itu.

Cool?

Silakan join disini (link) dan lakukan langkah ke 2 di atas.
——————

Ya sy tau ga ada yg keren dari email di atas but it’s WORKS!

Sy sempat penasaran, kok bisa sy menang kontes yg diadakan bule itu? Padahal sy liat ada nama-nama cukup terkenal yg juga ikut kontes?

Ternyata…
Kontes itu berjalan selama 2 hari dimana yg join via link affiliate sy pada program giveaway itu ada sekitar 22 orang (kontes pertama sekitar 35 orang) plus kontes seperti itu ga banyak orang yg tau lol.

Pelajaran yg ingin sy sampaikan adalah…

KESEMPATAN!

Bangun list email Anda segera!

Apa yg terjadi jika sy ga punya list email dan ada peluang kontes seperti di atas? Maka $75 itu ga akan pernah datang ke akun Paypal sy.

So apa lagi yg Anda tunggu?

Apakah Email Marketing Sudah Mati?

Frank Kern disebuah kesempatan mengatakan bahwa email marketing is dying and will soon be dead.

Harus diakui Frank Kern bilang kayak gitu pasti ada alasan yg kuat, kenyataan belakangan memang menciptakan penjualan lewat email lebih sulit dari sebelumnya.

Sekarang ini…market lebih skeptis, tapi apakah itu membuktikan email marketing sudah mati?

Lalu mengapa BAHKAN sampai saat artikel ini saya tulis (25 Nov 2017) Frank Kern masih menulis email?

YA! Email marketing is dead jika Anda melakukan seperti kebanyakan orang melakukannya tapi KONSISTENSI tidak akan pernah menghianati Anda!

Itu mentalitas yang harus dibangun di awal (dan dilakukan)!

Daily email yang saya lakukan

Hasilnya…

Penjualan via email untuk produk digital saya seharga 500K

Penjualan via email untuk produk digital saya seharga 2,750K

Bagaimana penjualan (masih) bisa terjadi dan berkelanjutan via email bahkan hanya dengan 2000-an list email yang saat ini saya punya?

RELATIONSHIP!
Anda tidak bisa buru-buru menjual lewat email. Setidaknya ada tahap awal yang disebut “Education Based Marketing (EBD)” yang harus Anda lakukan sebelum prospek Anda siap membeli dari Anda.

The Golden Secret pada fase EBD ini adalah Anda harus bisa menjawab setidaknya satu pertanyaan ini dalam email Anda:

Apa keyakinan yang perlu prospek/list saya miliki untuk membeli produk saya?

Selanjutnya?

RELEVANSI!
Anda hanya akan menawarkan produk/jasa Anda HANYA pada prospek yang tertarik pada solusi yang Anda tawarkan! Disinilah datang teknologi SEGMENTASI dalam email autoresponder, artinya email Anda hanya terkirim berdasarkan prilaku khusus dari list Anda (kita bicarakan ini dilain kesempatan).

Dan akhirnya KEKUATAN konten dalam email Anda yang bicara untuk menciptakan penjualan.

KEKUATAN konten yang saya maksud adalah daripada mengatakan produk Anda bagus, menunjukkan pada mereka akan jauh lebih efektif!

Show don’t tell

Untuk itu Anda perlu menguasai STORY SELLING dalam email!

Contoh?

——————————————————————
2009: Cara saya membuat seorang real guru menghubungi saya…
.
.
.
Delapan tahun yg lalu sy membaca sebuah artikel yg membantu sy
melihat pilihan hidup.

Saat itu sy kehilangan pekerjaan sy dan ga punya solusi apa yg harus
sy lakukan dg masa depan sy.

Setelah membaca artikel ttg bisnis online itu…

Sy punya keinginan belajar pd si penulis.

Sy mencoba mencari tahu dg Googling dan menemukan si penulis sgt
sukses dg bisnis online-nya.

Banyak orang yg siap membayar mahal utk bisa belajar ilmunya.

Dan itu membuat sy akan kesulitan menjangkau dia.

Apalagi belajar langsung.

Karena?

Sy tau utk belajar langsung dg si penulis…bayarannya bo…jutaan.

Sy ga mampu menjangkau itu!

Apa yg harus sy lakukan?

Sebelum sy lanjut…

Si penulis artikel itu tinggal di Bali tepatnya di kota Denpasar.

Terlintas kemudian…

Sy akan membuat si penulis yg menghubungi sy dan membuatnya minta
ketemu dg sy.

Caranya?

Email besok akan mengungkap lebih detail dan Anda akan mengungkap
bagaimana ANDAPUN akan bisa melakukannya juga.

-SK
——————————————————————

Email di atas membangun kredibilitas saya dimata pembaca tentang komitmen dan pencapaiaan saya dan hasilnya penjualan via email pun terjadi (berkali-kali).

Sampai bertemu di perjalanan email marketing saya selanjutnya.

 

 

>